Skip to main content

collective leadership

Critical Girlhood Studies (CGS) was founded by Annisa R. Beta as a collaborative platform centered on the lived experiences of young women. From August 2026 to August 2029, CGS operates under a collective leadership model involving Annisa R. Beta, Marissa Saraswati, Muhamad Bill Robby, and Pritania Astari. This collective leadership reflects CGS's goal of intervening in how young women are discussed across academic, popular, and grassroots spaces in Indonesia and Southeast Asia

Critical Girlhood Studies (CGS) didirikan oleh Annisa R. Beta sebagai platform kolaborasi yang berpusat pada pengalaman hidup perempuan muda. Mulai Agustus 2026 hingga Agustus 2029, CGS bergerak dengan model kepemimpinan kolektif yang melibatkan Annisa R. Beta, Marissa Saraswati, Muhamad Bill Robby, dan Pritania Astari. Kepemimpinan kolektif ini mencerminkan tujuan CGS untuk mengintervensi bagaimana perempuan muda dibahas di ranah akademik, populer, dan akar rumput di Indonesia dan Asia Tenggara.

Annisa R. Beta

Annisa is a Senior Lecturer in Cultural Studies at the University of Melbourne, working across Indonesia, Southeast Asia, and Australia. Her research examines digital cultures, youth, gender, and the politics of knowledge in everyday life. She is the author of Pious Girls (Routledge, 2024) and is currently completing her next monograph, Empowerment Elsewhere: Gendered Digital Citizenship and Radical Hope. She also co-founded Anotasi and the Jaringan Etnografi Terbuka/Open Ethnography Network (JET), in support of critical and collaborative ways of mobilising knowledge in Indonesia. You can reach her at annisabeta.com.

Annisa bekerja sebagai Senior Lecturer di Cultural Studies, University of Melbourne, dengan fokus di Indonesia, Asia Tenggara, dan Australia. Risetnya mengkaji budaya digital, kaum muda, gender, dan politik pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Bukunya, Pious Girls, diterbitkan oleh Routledge di tahun 2024, dan saat ini Annisa sedang menyelesaikan monograf keduanya, Empowerment Elsewhere: Gendered Digital Citizenship and Radical Hope. Ia juga ikut mendirikan Anotasi dan Jaringan Etnografi Terbuka (JET), sebagai upaya mendukung mobilisasi pengetahuan yang kritis dan kolaboratif di Indonesia. Annisa dapat dihubungi melalui annisabeta.com.

Marissa Saraswati

After working as a journalist and communications specialist at technology companies (Traveloka and GoPay), Marissa is now exploring her role as a communications consultant and independent researcher. She holds a Master's degree in Women and Gender Studies from San Francisco State University, with her research focused on the politics of knowledge and Indonesian young women. She believes knowledge production must be carried out responsibly ("knowing responsibly"). Marissa is also a co-founder of Anotasi.org, an organization that fosters critical intellectual engagement and creates safe, collaborative, and meaningful knowledge spaces for young people.

Setelah menjadi wartawan dan ahli komunikasi di perusahaan teknologi (Traveloka dan GoPay), Marissa kini asyik menjelajah perannya sebagai konsultan komunikasi dan peneliti independen. Ia mendapatkan gelar master di bidang Women and Gender Studies dari San Francisco State University, dengan fokus penelitiannya politik pengetahuan dan perempuan muda Indonesia. Ia percaya produksi pengetahuan harus dilakukan secara bertanggung jawab (knowing responsibly). Marissa juga salah satu pendiri Anotasi.org, organisasi yang mendorong pergerakan intelektual kritis dan penciptaan ruang pengetahuan yang aman, kolaboratif dan bermakna untuk kaum muda.

Muhamad Bill Robby

Bill is a young researcher interested in discussions on child protection, gender justice, and alternative knowledge. After graduating from the Faculty of Social and Political Sciences at the University of Indonesia, Bill has worked extensively with children, youth, the government, and civil society on research, advocacy, capacity building, and collaborative participatory work. For Bill, research is a learning process that involves humble process for being open to ideas that may differ from what we have believed, vulnerable for our preconceptions, and making space for different perspectives

Bill adalah peneliti muda yang tertarik pada diskusi tentang perlindungan anak, keadilan gender, dan pengetahuan alternatif. Setelah lulus dari FISIP Universitas Indonesia, Bill banyak bekerja dengan anak, kaum muda, pemerintah, dan masyarakat sipil, untuk melakukan penelitian, advokasi, peningkatan kapasitas, dan kerja partisipatif bersama. Bagi Bill, kerja penelitian adalah proses belajar untuk lebih rendah hati membuka diri pada hal-hal yang mungkin berbeda dari apa yang selama ini kita yakini, meninggalkan prasangka, dan memberi ruang bagi perspektif yang berbeda.

Pritania Astari

Pritania is a chronically online PhD candidate at the University of Melbourne. In her PhD research, she works directly with street-situated young mothers of Yogyakarta to understand the inequities they face in accessing and navigating health and social services. She enjoys getting to know and learning from young people through creative and inclusive media such as community maps, visual timelines, and more to explore 😉. Through her research and collaborations, she hopes to increase the visibility of health issues among young women and young gender-diverse people in Indonesia.

Pritania adalah kandidat S3 di The University of Melbourne yang chronically online. Dalam studi S3-nya, dia bekerja langsung dengan ibu muda di situasi jalanan di Yogyakarta untuk memahami ketimpangan yang mereka alami dalam mengakses dan menavigasi layanan kesehatan dan sosial. Pritania senang berkenalan dan belajar dari orang muda melalui media yang inklusif dan kreatif seperti peta komunitas, linimasa visual, dan banyak lagi yang akan dieksplorasi 😉. Melalui riset dan kolaborasinya, Pritania berharap dapat meningkatkan visibilitas isu kesehatan di kalangan perempuan muda dan kelompok muda dari ragam gender di Indonesia.