Artikel ini mengkaji wacana tentang girlhood (kehidupan perempuan muda) di Indonesia melalui scoping review penelitian dan gray literature dari tahun 2013 hingga 2022, serta merujuk pada lokakarya bersama peneliti dan advokat. Tema-tema seputar seksualitas dan reproduksi mendominasi temuan kami. Kami berargumen bahwa, sejauh ini, keterlibatan akademik dan masyarakat dengan pengetahuan tentang anak perempuan dan perempuan muda di Indonesia justru membatasi ragam produksi pengetahuan dan perubahan yang mungkin dihasilkan. Kami mengusulkan pergeseran menuju pendekatan kritis dalam mengkaji girlhood di Indonesia dan Global South, yang melibatkan komitmen pada epistemic gathering dengan tujuan untuk mengembangkan metodologi yang mencakup: mempertanyakan asumsi kita sendiri, mengontekstualisasikan girlhood, dan membangun kolaborasi interdisipliner guna memahami secara lebih baik realitas yang beragam kehidupan anak perempuan dan perempuan muda di Indonesia dan konteks yang lebih luas lagi.
[In this article we examine the discourse surrounding girlhood in Indonesia through a scoping review of research and gray literature from 2013 to 2022, alongside reference to a workshop with researchers and advocates. Themes related to sexuality and reproduction are dominant in our findings. We argue that the scholarly and civic engagements with knowledge about girls and young women in Indonesia limit the modality of knowledge production and change. We propose a shift towards critical approaches in the investigation of girlhood in Indonesia and the Global South that involves a commitment to epistemic gathering to develop methodologies that include interrogating our assumptions, contextualizing girlhood, and fostering interdisciplinary collaborations to better understand the diverse realities of girls and young women in Indonesia and beyond.]